Bendungan Matras, Wisata Alam Murah Meriah yang Lagi Hits di Pangandaran - Mimin ingat betul, ada satu fase di mana liburan ke pantai rasanya bukan lagi jawaban. Bukan karena Pangandaran nggak indah, tapi karena terlalu ramai.
Terlalu banyak suara, terlalu banyak orang, dan terlalu sedikit ruang untuk diam. Sampai akhirnya, sebuah foto sederhana muncul di layar ponsel, aliran air tenang, bendungan tua, dan pepohonan hijau yang rimbun.
Nggak ada keramaian, nggak ada hiruk pikuk. Dari situlah Mimin mulai penasaran dengan satu tempat yang belakangan ini sering dibicarakan warga lokal, yaitu Bendungan Matras.
Tempat ini memang bukan wisata baru, tapi belakangan justru lagi hits di Pangandaran.
Bukan karena wahana modern atau fasilitas mewah, melainkan karena suasananya yang tenang, alami, dan ramah di kantong.
Bendungan Matras seolah jadi tempat pelarian bagi mereka yang ingin liburan sederhana tapi berkesan.
Mengenal Bendungan Matras Pangandaran
Bendungan Matras berada di Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Awalnya, bendungan ini dibangun sebagai bagian dari sistem irigasi untuk mendukung pertanian masyarakat sekitar. Fungsinya murni teknis, sama sekali nggak dirancang sebagai tempat wisata.
Namun seiring waktu, masyarakat mulai melihat potensi lain dari bendungan ini.
Air yang mengalir tenang, lingkungan yang masih hijau, serta suasana desa yang alami membuat Bendungan Matras pelan-pelan berubah menjadi wisata alam alternatif di Pangandaran.
Tempat ini pun mulai ramai dikunjungi, terutama oleh warga lokal dan wisatawan yang ingin suasana berbeda dari pantai.
Sejarah Singkat Bendungan Matras
Kalau ditelusuri lebih dalam, Bendungan Matras bukan bendungan biasa. Bangunan ini merupakan peninggalan masa kolonial Belanda, dibangun sekitar awal abad ke-20.
Pada masa itu, Belanda banyak membangun infrastruktur air untuk menunjang sektor pertanian, termasuk di wilayah Pangandaran yang dikenal subur.
Hingga sekarang, struktur bendungan masih terlihat kokoh. Meski usianya sudah puluhan tahun, bendungan ini tetap berdiri dan menjadi bagian dari kehidupan warga sekitar.
Ada nuansa klasik yang kuat ketika berada di sini, seolah tempat ini menyimpan banyak cerita dari masa lalu.
Bendungan Matras Jadi Wisata Alam yang Hits
Salah satu alasan kenapa Bendungan Matras mendadak populer adalah karena kesederhanaannya.
Di saat banyak tempat wisata berlomba-lomba menawarkan hal baru, Bendungan Matras justru menawarkan hal yang jarang dicari tapi sangat dibutuhkan: ketenangan.
Pepohonan hijau di sekitar bendungan menciptakan suasana sejuk. Suara air yang mengalir pelan memberi efek menenangkan.
Banyak orang datang ke sini bukan untuk agenda liburan yang padat, tapi untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Nggak heran kalau tempat ini cepat viral dari mulut ke mulut dan media sosial.
Meski terlihat tenang, Bendungan Matras bukan tempat yang membosankan. Ada banyak aktivitas ringan yang bisa dilakukan tanpa harus keluar biaya besar.
Salah satunya adalah bermain air. Di beberapa titik, air bendungan cukup dangkal dan jernih, cocok untuk sekadar nyemplung santai atau main air bareng anak-anak.
Selain itu, Bendungan Matras juga sering dijadikan tempat piknik sederhana. Banyak pengunjung datang membawa tikar dan bekal dari rumah.
Duduk di pinggir bendungan, makan bersama, dan ngobrol santai terasa jauh lebih hangat dibandingkan liburan ke tempat ramai.
Bagi yang suka fotografi atau sekadar ingin mengisi feed media sosial, Bendungan Matras menawarkan banyak sudut foto alami.
Bangunan bendungan tua berpadu dengan alam hijau menciptakan kesan estetik yang nggak dibuat-buat.
Wisata Murah Meriah dan Ramah di Kantong
Hal lain yang bikin Bendungan Matras cepat disukai adalah soal biaya. Bisa dibilang, ini salah satu wisata alam paling murah di Pangandaran.
Umumnya, pengunjung hanya perlu membayar parkir kendaraan. Nggak ada tiket masuk mahal, nggak ada biaya tambahan yang memberatkan.
Buat keluarga, pelajar, atau siapa pun yang ingin liburan hemat, Bendungan Matras jadi pilihan yang masuk akal. Liburan di sini terasa lebih santai karena nggak dibebani pengeluaran besar.
Di sekitar Bendungan Matras, terdapat beberapa warung kecil milik warga. Menunya sederhana, tapi justru itu yang bikin suasana terasa lebih akrab.
Gorengan hangat, mie instan, kopi hitam, dan minuman tradisional jadi teman setia saat bersantai. Makan di sini bukan soal rasa yang mewah, tapi soal suasana.
Duduk sederhana menghadap aliran air sambil menyeruput kopi hangat sering kali terasa jauh lebih nikmat dibanding nongkrong di tempat modern.
Lokasi dan Akses Menuju Bendungan Matras Pangandaran
Bendungan Matras berada nggak jauh dari pusat Pangandaran. Akses menuju lokasi bisa ditempuh menggunakan motor maupun mobil.
Jalan menuju bendungan sebagian masih berupa jalan desa, tapi relatif aman dan bisa dilalui dengan nyaman.
Banyak pengunjung memilih datang pagi atau sore hari karena cuacanya lebih sejuk dan suasananya lebih tenang. Waktu tersebut juga memberikan cahaya alami yang cantik untuk foto.
Bendungan Matras Pangandaran bukan tempat wisata yang memaksa pengunjung untuk kagum. Ia hadir apa adanya, tenang, dan bersahaja.
Tapi justru di situlah letak pesonanya. Tempat ini mengajarkan bahwa liburan bisa sesederhana duduk diam, mendengar air mengalir, dan membiarkan pikiran beristirahat.
Kalau kamu sedang mencari wisata alam murah meriah yang lagi hits di Pangandaran, Bendungan Matras layak masuk daftar kunjunganmu.



Terima kasih atas kunjungannya, silakan tinggalkan jejak di kolom komentar