Benteng Pandjoenan di Gunung Kunci Sumedang



Benteng Pandjoenan di Gunung Kunci Sumedang - Dalam catatan sejarah, Indonesia pernah dijajah oleh Belanda selama 3,5 abad atau sekitar 350 tahun. Demi mempertahankan negeri jajahannya, mereka membangun benteng-benteng pertahanan yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara.

Salah satu bangunan benteng pertahan Belanda yang masih ada hingga saat ini adalah Benteng Pandjoenan yang berlokasi di Gunung Kunci Sumedang. Lebih teptanya di Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Benteng Pandjoenan Gunung Kunci dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum. Pembangunan berlangsung dari tahun 1914 hingga 1917, dan diresmikan pada tahun 1918.


Benteng ini sengaja dibangun di tempat yang tinggi dengan bentuk melingkar agar Belanda mudah mengawasi pergerakan yang mencurigakan atau tanda-tanda akan terjadi serangan dari kota Sumedang dan sekitarnya.


Di area benteng Pandjoenan terdapat sebuah pintu masuk menuju bunker yang sering disebut sebagai gua Belanda oleh masyarakat sekitar.


Tepat di atas pintu tersebut terdapat tulisan Pandjoenan. Di bawah tulisan Pandjoenan ada gambar dua kunci saling-silang membentuk huruf X. Di bawah logo kunci ada tulisan G. Koentji dan di bawahnya lagi ada angka 1917.


Tempat ini diberi nama Gunung Kunci karena bunker (bangker) yang ada di gunung tersebut dianggap sebagai kunci pertahanan terbesar bagi Belanda.


Walaupun tempat ini disebut gunung, area benteng Pandjoenan lebih menyerupai bukit karena konturnya nggak terlalu tinggi dan tidak terlalu luas.


Menurut informasi dari masyarakat setempat, nama asli Gunung Kunci adalah Gunung Panjunan. Namun karena ada lambang kunci tersebut nama Pandjoenan berubah menjadi Gunung Kunci.


Di dalam bukit Panjunan terdapat sejumlah lorong sepanjang 200 meter sebagai penghubung antar ruangan. Ada juga bunker yang luasnya mencapai 450 meter persegi, serta benteng pertahanan yang dilengkapi dengan kubah tempat meriam dan senapan mesin. 


Bangunan benteng pertahanan yang berdiri di atas lahan seluas 2.600 meter persegi ini terdiri atas tiga lantai yang dilengkapi dengan kamar-kamar. 


Lantai pertama merupakan ruang prajurit, lantai kedua ruang perwira, dan lantai ketiga digunakan sebagai benteng pertahanan.


Di beberapa bagian benteng terdapat lubang pengintaian dan cerobong yang berfungsi sebagai lubang ventilasi. Namun sangat disayangkan karena sebagian bangunan sudah hancur dan hanya menyisakan puing-puing.


Wisata Sejarah Benteng Pandjoenan Gunung Kunci


Terlepas dari sejarahnya yang menyisakan kenangan pahit bagi rakyat Indonesia, Benteng Pandjoenan memiliki nilai wisata yang menarik untuk dikunjungi.


Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci yang sejuk dan memiliki nilai sejarah perjuangan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang akan berkunjung.


Tempat wisata ini telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendukung di antaranya panggung hiburan terbuka, pujasera, tempat istirahat, area bermain, gua Belanda, outbound, tempat joging, menara pengawas, mushola, dan toilet.


Di bagian luar terdapat beberapa warung yang menjual makanan dan minuman. Sebelum masuk area wisata kalian bisa membeli jajanan untuk bekal selama perjalanan.


Lokasi Benteng Pandjoenan tidak jauh dari pusat kota, sekitar 200 meter dari Alun-alun Kota Sumedang. Tempatnya sangat strategis dan mudah dijangkau dengan kendaraan.


Buat kalian yang membawa kendaraan pribadi bisa datang langsung ke lokasi dan memarkirkan kendaraan di tempat parkir yang tersedia. 


Alamat Benteng Pandjoenan Gunung Kunci:

Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.


Jam buka: Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.30 WIB.


Baca juga Kolam Renang D'i Jimat, Destinasi Wisata Keluarga di Lakbok Ciamis

Terima kasih atas kunjungannya, silakan tinggalkan jejak di kolom komentar