Terowongan Lampegan, Terowongan Kereta Api Pertama di Priangan

Terowongan Lampegan
Terowongan Lampegan. 
Terowongan Lampegan, Terowongan Kereta Api Pertama di Priangan - Perusahaan kereta api milik pemerintah Belanda bernama Staatssporwegen (SS) memulai pembangunan jaringan kereta api pertama di Priangan pada tahun 1881. Lintasan yang dibangun ialah Bogor - Bandung – Cicalengka.

Pembangunan jalur kereta api sepanjang 184 km tersebut rampung pada 10 September 1884. Kereta api pun mulai dioperasikan  dengan  menggunakan lokomotif Seri  B-50 pabrikan  Manchester tahun 1880-1881 dengan kecepatan 60 km/jam.

Material besi rel kereta api yang digunakan didatangkan langsung dari Eropa dengan kode Krupp 1890. Artinya batang rel tersebut dibuat oleh pabrikan Krupp di Jerman pada tahun 1890.

Dengan dibukanya jalur transportasi kereta api di wilayah Priangan ini kehidupan masyarakat semakin meningkat. Hasil perkebunan meningkat, perkebunan swasta bertambah, dan hasil pertanian lebih cepat terjual karena sistem pengangkutan menjadi lancar.

Terowongan Lampegan di Perbatasan Sukabumi dan Cianjur
Di perlintasan kereta api Sukabumi - Cianjur terdapat sebuah terowongan bersejarah yang diberi nama Terowongan Lampegan.

Terowongan Lampegan merupakan terowongan kereta api pertama yang dibangun oleh Belanda di  wilayah Priangan pada tahun 1879-1882. Tujuan pembangunan terowongan sepanjang 681 meter tersebut adalah untuk mendukung jalur kereta api rute Bogor - Sukabumi - Bandung.

Lajur kereta bawah tanah tersebut dibangun dengan cara membobol badan Bukit Kancana (Gunung Keneng) di Desa Cibokor.

Dulu lokasi yang dijadikan terowongan adalah lokasi yang paling sulit pada masa pembangunan jalur kereta api dari Sukabumi menuju Cianjur.  Karena di tempat inilah mereka harus menembus badan Bukit Kancana (Gunung Keneng) di Desa Cibokor.

Pembangunan terowongan mengalami banyak kendala karena pada saat itu perusahaan Staatssporwegen belum berpengalaman membangun terowongan di kawasan Priangan.

Ditambah area penggalian terowongan sebagian batuannya cukup keras, dan sebagian lagi terlalu lunak. Sehingga ada yang digali dan ada yang dikupas.

Asal Usul Nama Terowongan Lampegan
Pada era kolonial, terowongan sepanjang 683 meter yang gelap ini membutuhkan nyala lampu manual sebagai penanda kedatangan kereta api.

Saat kereta api berhenti di mulut terowongan, baik dari arah Sukabumi maupun Cianjur, masinis akan meminta petugas yang ada di stasiun untuk menyalakan lampu di lokomotif secara manual.

Kode teriakan petugas yang ada di stasiun pada saat selesai menyalakan lampu adalah "lampen gaan" dari bahasa Belanda yang artinya lampu sudah menyala.

Kata lampen gaan terulang terus setiap kali lokomotif masuk ke dalam terowongan. Kemudian masyarakat lokal yang mengira bahwa kata lampen gaan adalah nama dari terowongan.

Sehingga sampai sekarang masyarakat menyebut nama terowongan yang ada di perbatasan Sukabumi dan Cianjur tersebut dengan nama Lampegan.

Masih banyak versi lain tentang asal usul atau sejarah Terowongan Lampegan. Yang pasti terowongan pertama di Priangan tersebut adalah sebuah bukti sejarah peninggalan masa penjajahan Belanda yang masih ada hingga saat ini.

Baca juga Bendungan Manganti, Maha Karya di Perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah

Terima kasih atas kunjungannya, silakan tinggalkan jejak di kolom komentar

Note: Only a member of this blog may post a comment.