Cara Bedakan Salep Wasir Herbal Dictamni Asli dan Palsu, Jangan Sampai Salah Beli

 

Cara Bedakan Salep Wasir Herbal Dictamni Asli dan Palsu

Cara Bedakan Salep Wasir Herbal Dictamni Asli dan Palsu, Jangan Sampai Salah Beli


Pernah nggak, lagi mengalami wasir atau ambeien, kemudian mencari salep yang bisa membantu mengurangi rasa gatal, perih dan nggak nyaman di sekitar anus?


Mimin paham, ketika keluhan seperti ini muncul, rasanya pengin segera menemukan obat atau salep yang cocok.


Apalagi sekarang banyak produk kesehatan yang bisa dibeli secara online dengan harga yang beragam.


Salah satu produk yang cukup banyak dicari adalah Dictamni, salep herbal Cina yang dipasarkan untuk membantu mengatasi keluhan yang berhubungan dengan wasir.


Tapi ada satu hal yang jangan sampai dilewatkan. Jangan sampai salah beli.


Sebab, selain menemukan produk yang sesuai, kita juga perlu memperhatikan kondisi kemasan, tulisan, aroma, sumber pembelian dan legalitas produk.


Nah, kali ini Mimin akan membahas cara bedakan salep wasir herbal Dictamni Anti Bacterial asli dan palsu, berdasarkan beberapa perbedaan fisik.


Perlu digarisbawahi sejak awal, ciri-ciri fisik seperti bentuk tutup, tulisan dan aroma yang dibahas di sini merupakan petunjuk berdasarkan pengamatan pengguna, bukan standar autentikasi resmi dari produsen atau BPOM.


Mengenal Salep Wasir Herbal Dictamni


Dictamni Antibacterial Cream merupakan krim herbal Cina yang dipasarkan untuk membantu meredakan keluhan pada area anus yang berkaitan dengan wasir, seperti rasa gatal, perih, panas, dan ketidaknyamanan.


Produk ini mempunyai formulasi yang terdiri dari beberapa bahan herbal serta bahan pendukung lainnya.


Berdasarkan informasi yang tercantum pada produk, bahan-bahan Dictamni antara lain:


  • Cortex Dictamni
  • Sophora flavescens
  • Cortex Tractat
  • Cnidium monnieri
  • Pseudolaricis
  • Kamper
  • Lanolin
  • Vaseline
  • Klorheksidin asetat
  • Air


Salah satu komponen yang cukup penting adalah klorheksidin asetat yang tercantum sebagai komponen dan kandungan antibakteri utama.


Kandungan klorheksidin asetat pada produk tercantum sekitar 0,40%–0,45%.


Produk ini juga disebut mempunyai efek penghambat terhadap beberapa mikroorganisme, yaitu Candida albicans, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.


Namun, adanya kandungan antimikroba bukan berarti produk dapat digunakan untuk mengatasi semua jenis infeksi.


Keluhan pada area anus mempunyai banyak kemungkinan penyebab sehingga penggunaannya tetap perlu dilakukan secara hati-hati.


Cara Bedakan Salep Wasir Herbal Dictamni Asli dan Palsu


Nah, ini bagian yang paling banyak dicari.


Ketika membeli Dictamni, jangan hanya melihat foto produk atau tulisan “original” yang diberikan penjual.


Coba perhatikan beberapa bagian berikut.


1. Lihat bentuk tutup salep


Perbedaan pertama yang bisa diperhatikan adalah tutup tube.




Dictamni yang asli mempunyai tutup dengan bentuk yang mirip tutup pasta gigi Ciptadent.


Sementara produk yang palsu mempunyai tutup yang bentuknya mirip tutup pasta gigi Pepsodent.


Memang kelihatannya sepele.


Tapi kalau Mimin sedang membandingkan dua produk yang mempunyai kemasan hampir sama, bentuk tutup bisa menjadi salah satu petunjuk awal.


Meski begitu, jangan langsung memvonis produk sebagai palsu hanya karena bentuk tutup berbeda. Produsen bisa saja melakukan perubahan desain kemasan pada periode produksi tertentu.


2. Cek tulisan pada bagian dalam cangkang


Selanjutnya, coba perhatikan bagian dalam cangkang atau bagian kemasan yang dapat terlihat ketika tube dibuka.




Pada produk palsu terdapat tulisan berwarna merah menggunakan huruf Cina di bagian cangkang.




Sedangkan produk yang asli mempunyai tulisan “Dictanni Hemoroids Cream”


Sementara produk yang dianggap palsu mempunyai tulisan “Huatuo Hemorrhoid Cream”


Nah, perbedaan nama tersebut cukup menarik untuk diperhatikan.


Jangan cuma melihat gambar depan kemasan. Kalau membeli produk secara langsung, periksa seluruh bagian kemasan.


Untuk pembelian online, pembeli juga bisa meminta penjual memberikan foto produk dari berbagai sisi sebelum melakukan transaksi.


3. Aroma salep menjadi salah satu pembeda


Kalau dua produk sudah berada di tangan, ada satu hal yang menurut Mimin cukup mudah dikenali, yaitu aromanya.


Produk yang dianggap asli mempunyai aroma khas rempah atau herbal. Aromanya cukup khas ketika tube dibuka.


Sementara produk yang palsu mempunyai aroma berbeda, yaitu lebih mirip Haslincream atau pelembap kulit.


Perbedaan aroma ini bisa menjadi petunjuk tambahan ketika membandingkan produk.


Tapi jangan sengaja mengoleskan produk ke area sensitif hanya untuk melakukan pengujian.


Kalau dari kemasan saja sudah terlihat mencurigakan, lebih baik jangan digunakan sebelum mendapatkan kepastian mengenai produk tersebut.


4. Jangan tergiur harga terlalu murah


Mimin sering bilang, murah boleh, tapi jangan sampai mengabaikan keamanan.


Ketika menemukan Dictamni dengan harga yang jauh lebih murah daripada produk lainnya, jangan langsung berpikir sedang mendapatkan promo besar.


Perhatikan juga siapa penjualnya, dari mana produk dikirim, bagaimana kondisi kemasannya, dan apakah informasi produk bisa diverifikasi.


Harga yang murah bukan bukti bahwa produk tersebut palsu. Begitu juga harga mahal bukan jaminan bahwa produk tersebut asli.


Jadi, harga hanya salah satu pertimbangan, bukan alat untuk menentukan keaslian.


5. Periksa kondisi kemasan


Sebelum digunakan, lihat kondisi tube dan kemasannya. Pastikan kemasan tidak rusak, bocor, terbuka atau menunjukkan tanda-tanda pernah dibongkar.




Perhatikan juga tulisan, cetakan, nomor batch dan tanggal kedaluwarsa jika tercantum.


Kalau ada perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan produk yang sebelumnya pernah dibeli, sebaiknya jangan terburu-buru menggunakannya.


Kandungan Antibakteri Dictamni


Selain mengetahui cara membedakan produk, nggak ada salahnya kita mengenal kandungannya.


Klorheksidin asetat tercantum sebagai komponen dan kandungan antibakteri utama Dictamni dengan kadar sekitar 0,40%–0,45%.


Berdasarkan informasi produk, kategori antimikrobanya mencakup efek penghambatan terhadap:


  • Candida albicans
  • Staphylococcus aureus
  • Escherichia coli


Selain itu, terdapat sejumlah bahan herbal yang tercantum dalam formulanya, seperti Cortex Dictamni, Sophora flavescens, Cnidium monnieri dan Pseudolaricis.


Ada pula bahan seperti kamper, lanolin dan vaseline sebagai bagian dari formulasi krim.


Tetap perlu diingat, informasi mengenai kandungan tersebut tidak berarti salep ini bisa menyembuhkan semua penyebab gatal atau nyeri di sekitar anus.


Petunjuk Penggunaan


Berdasarkan petunjuk penggunaan pada produk, Dictamni digunakan dengan cara:


Oleskan produk secukupnya pada area yang diinginkan, kemudian pijat secara perlahan. Gunakan 1–2 kali sehari.


Sebelum menggunakan, pastikan area yang akan diberi krim sudah dibersihkan dan tangan dalam kondisi bersih.


Karena produk ini hanya ditujukan untuk pemakaian luar, jangan ditelan dan hindari kontak dengan mata.


Kalau setelah pemakaian muncul iritasi, kemerahan, rasa terbakar yang semakin parah atau reaksi lain yang mengganggu, sebaiknya hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.


Cara Menyimpan Dictamni


Setelah menggunakan salep, tutup kembali tube dengan rapat. Simpan di tempat yang sejuk dan teduh.


Produk juga sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mempunyai ventilasi baik dan hindari sinar matahari langsung.


Jangan meletakkan salep di tempat yang terlalu panas atau terkena matahari terus-menerus.


Selain menjaga kualitas produk, penyimpanan yang baik juga membantu mencegah produk mudah terkontaminasi setelah kemasan dibuka.


Masa Simpan 24 Bulan


Pada informasi produk tercantum masa simpan selama 24 bulan. Namun pengguna tetap harus melihat tanggal kedaluwarsa yang tercetak pada kemasan.


Jangan menggunakan produk yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.


Kalau sebelum tanggal kedaluwarsa warna, tekstur atau aroma salep berubah secara mencolok, sebaiknya jangan digunakan sebelum mendapatkan kepastian mengenai kondisinya.


Jangan Sampai Salah Beli


Jadi, cara bedakan salep wasir herbal Dictamni asli dan palsu bisa dimulai dari hal-hal sederhana.


Perhatikan bentuk tutup, tulisan pada bagian dalam cangkang, nama yang tercetak, dan aroma salep.


Produk yang asli memiliki tutup mirip Ciptadent, tulisan “Dictanni Hemoroids Cream” dan aroma khas rempah.


Sedangkan produk yang palsu memiliki tutup mirip Pepsodent, tulisan “Huatuo Hemorrhoid Cream”, dan terdapat tulisan Cina berwarna merah pada bagian dalam cangkang dan aroma yang lebih mirip pelembap kulit.


Tetapi sekali lagi, ciri-ciri tersebut bukan standar autentikasi resmi. Jangan menentukan keaslian hanya berdasarkan satu ciri.


Yang lebih penting, periksa kondisi kemasan, sumber pembelian dan legalitas produk melalui kanal resmi BPOM.


Kalau masih ragu, jangan dipaksakan untuk digunakan.


Untuk produk kesehatan, sedikit lebih teliti sebelum membeli tentu jauh lebih baik daripada menyesal setelah digunakan.


Baca juga : Jus Honje, Minuman Tradisional yang Segar dan Kaya Manfaat untuk Kesehatan