3 Barang yang Nggak Boleh Disimpan di Bagasi atau Bawah Jok Motor - Pagi itu Mimin masih ingat betul, matahari baru naik, jalanan belum terlalu ramai, dan motor kesayangan siap dipakai buat berangkat.
Seperti biasa, Mimin buka jok motor, masukin beberapa barang kecil, lalu ditutup lagi tanpa mikir panjang.
Bagi banyak orang, bagasi motor memang jadi gudang mini yang praktis. Apa pun dimasukin seperti parfum, korek, sampai powerbank.
Padahal, tanpa disadari, ada beberapa barang yang nggak seharusnya disimpan di bagasi atau di bawah jok motor karena bisa berisiko besar.
Motor itu panas. Apalagi kalau sering dipakai siang hari, kena terik matahari, lalu berhenti lama. Suhu di bawah jok bisa naik drastis.
Nah, di sinilah masalah mulai muncul. Banyak pengendara yang belum sadar kalau barang-barang tertentu bisa berubah jadi ancaman serius, bukan cuma buat motor, tapi juga keselamatan pengendaranya.
3 Barang yang Mudah Meledak di Bagasi Motor
Lewat artikel ini, Mimin mau berbagi cerita sekaligus edukasi soal 3 barang yang nggak boleh disimpan di bagasi atau bawah jok motor. Bukan buat nakut-nakutin, tapi supaya kita semua lebih waspada.
1. Botol Parfum yang Mengandung Gas
Mimin yakin, ini barang yang paling sering ada di bagasi motor. Parfum kecil, travel size, botolnya lucu, wanginya enak, dan rasanya praktis buat dibawa ke mana-mana.
Tinggal semprot sebelum masuk kantor atau ketemu klien. Masalahnya, banyak botol parfum mengandung gas bertekanan.
Parfum jenis spray bekerja dengan sistem tekanan. Di dalam botolnya ada campuran cairan parfum dan gas pendorong.
Saat disemprot, gas mendorong cairan keluar. Sistem ini aman kalau disimpan di suhu normal. Tapi beda ceritanya kalau botol parfum itu disimpan di bagasi motor yang panas.
Suhu di bawah jok motor bisa jauh lebih tinggi dibanding suhu luar. Panas mesin, panas aspal, dan panas matahari berkumpul jadi satu.
Dalam kondisi ini, tekanan di dalam botol parfum bisa meningkat. Kalau tekanannya sudah lewat batas, botol bisa bocor, menyembur sendiri, bahkan dalam kasus ekstrem bisa meledak.
Mimin pernah dengar cerita dari teman bengkel, jok motor pelanggan tiba-tiba basah dan bau parfum menyengat.
Setelah dicek, botol parfumnya pecah di dalam bagasi. Untungnya cuma bocor, bukan sampai meledak. Bayangin kalau kejadian itu pas motor lagi dipakai jarak jauh.
Selain risiko meledak, cairan parfum juga gampang terbakar karena mengandung alkohol. Kalau sampai bocor dan kena sumber panas, risikonya jelas lebih besar.
Jadi, meskipun kelihatannya sepele, parfum spray sebaiknya nggak disimpan di bagasi motor.
Kalau memang mau bawa parfum, pilih parfum roll-on atau botol non-gas, dan simpan di tas, bukan di bawah jok.
2. Korek Gas atau Gasolin
Barang kedua ini juga sering dianggap remeh, yaitu korek gas. Ukurannya kecil, ringan, dan hampir semua orang punya.
Banyak yang mikir, Ah cuma korek, aman lah. Padahal, korek gas termasuk salah satu benda paling berbahaya kalau disimpan di bagasi motor.
Korek gas berisi gas butana yang sangat mudah menguap dan mudah terbakar. Sama seperti parfum spray, korek gas juga bekerja dengan tekanan.
Saat suhu meningkat, gas di dalam korek akan mengembang. Kalau tekanan terlalu tinggi, korek bisa bocor atau bahkan meledak.
Mimin pernah nemu video viral motor yang terbakar saat diparkir. Setelah ditelusuri, penyebabnya diduga dari korek gas yang disimpan di bawah jok.
Jok motor yang panas bikin korek bocor, gas menyebar, lalu tersulut panas. Kejadiannya cepat dan nggak sempat dicegah.
Gasolin atau korek minyak juga nggak kalah berbahaya. Cairan di dalamnya mudah terbakar dan aromanya menyengat.
Kalau bocor di bagasi, cairan ini bisa meresap ke busa jok. Begitu kena panas mesin atau percikan api kecil, risikonya kebakaran besar.
Yang bikin ngeri, banyak pengendara sama sekali nggak sadar menyimpan korek di bagasi. Kadang korek masuk ke jaket, jaket disimpan di bawah jok, dan lupa kalau di dalamnya ada korek.
Intinya, korek gas dan gasolin sebaiknya nggak pernah disimpan di bagasi atau bawah jok motor. Kalau memang harus bawa, simpan di tas dan jauhkan dari panas langsung.
3. Powerbank
Barang ketiga ini terasa paling modern dan sering dianggap aman yaitu powerbank. Di era sekarang, powerbank sudah jadi kebutuhan.
HP habis baterai di jalan, powerbank jadi penyelamat. Tapi, menyimpan powerbank di bagasi motor itu sebenarnya berisiko.
Powerbank menggunakan baterai lithium-ion atau lithium-polymer. Jenis baterai ini sensitif terhadap suhu tinggi.
Kalau terlalu panas, baterai bisa mengalami overheat, menggelembung, rusak, bahkan terbakar atau meledak.
Di bagasi motor, powerbank sering terjebak panas tanpa sirkulasi udara. Apalagi kalau motor dipakai lama dan diparkir di bawah matahari.
Suhu tinggi bisa mempercepat degradasi baterai. Awalnya mungkin cuma bikin powerbank cepat rusak. Tapi dalam kondisi tertentu, bisa memicu reaksi berbahaya.
Mimin pernah lihat powerbank yang casing-nya menggembung gara-gara sering disimpan di motor.
Pemiliknya bilang awalnya cuma terasa panas, lama-lama bentuknya berubah. Untung ketahuan sebelum terjadi hal yang lebih serius.
Masalah lain, powerbank berkualitas rendah atau KW lebih rentan terhadap panas. Sistem pengaman baterainya sering nggak optimal. Kalau disimpan di tempat panas seperti bagasi motor, risikonya makin tinggi.
Karena itu, powerbank sebaiknya dibawa di tas atau saku, bukan ditinggal di bawah jok motor. Selain lebih aman, umur baterainya juga bisa lebih panjang.
Kenapa Bagasi dan Bawah Jok Motor Itu Berbahaya?
Mungkin ada yang bertanya, kenapa sih bagasi motor dianggap berbahaya buat barang-barang tertentu? Jawabannya ada di suhu dan ventilasi.
Bagasi motor itu ruang tertutup, minim udara, dan dekat dengan sumber panas. Mesin motor menghasilkan panas, knalpot juga panas, lalu ditambah panas dari luar.
Dalam kondisi tertentu, suhu di bawah jok bisa jauh lebih tinggi dari suhu lingkungan. Barang yang mengandung gas, cairan mudah terbakar, atau baterai lithium jadi sangat rentan.
Sayangnya, karena bagasi motor nggak terlihat langsung, banyak orang lupa mengecek isinya. Barang dibiarkan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, tanpa sadar risikonya.
Dengan tahu hal ini, Mimin berharap kita semua bisa lebih bijak. Bagasi motor tetap boleh dipakai, tapi isinya harus dipilih dengan aman.
Alternatif Aman Menyimpan Barang
Daripada nekat menyimpan barang berisiko di bagasi, ada beberapa alternatif yang lebih aman. Parfum bisa diganti dengan jenis roll-on.
Korek gas sebaiknya dibawa di tas kecil. Powerbank juga lebih aman di tas selempang atau ransel.
Kalau memang terpaksa menyimpan barang di motor, pastikan motor nggak diparkir lama di bawah matahari dan cek kondisi barang secara rutin.
Tapi tetap saja, langkah paling aman adalah nggak menyimpannya di bawah jok sama sekali.
Keselamatan itu sering kali dimulai dari hal kecil. Barang kecil yang kelihatannya sepele bisa jadi sumber masalah besar kalau salah tempat.



Terima kasih atas kunjungannya, silakan tinggalkan jejak di kolom komentar