20 October 2019

Rhythm of The Pines Vol III, Kompetisi Musik Akustik di Tengah Hutan Pinus Maribaya

Rhythm of The Pines Vol III
Rhythm of The Pines Vol III. 
Rhythm of The Pines Vol III, Kompetisi Musik Akustik di Tengah Hutan Pinus Maribaya - The Lodge Maribaya merupakan destinasi wisata spot foto ekstrem di alam terbuka berlatarkan keindahan hutan pinus Taman Hutan Raya Juanda. Konsep wisata kekinian menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Sebagai destinasi wisata  yang memiliki pemandangan eksotis, The Lodge Maribaya sangat cocok untuk pemotretan. Background pemandangan hutan pinus yang instagramable dan suasana The Lodge sangat cocok untuk dijadikan tempat nongkrong dan eksis di dunia maya.

Terbukti, sebagian besar pengunjung tempat wisata yang berlokasi di Jl. Raya Maribaya, Cibodas ini adalah orang-orang yang eksis di dunia maya. Mereka sengaja datang untuk mengabadikan indah di lokasi wisata untuk kemudian diunggah di media sosial.

Banyak wahana untuk berfoto di The Lodge Maribaya di antaranya hot air balloon hydraulic, zip bike, sky tree, mountain swing, gantole, glass deck, sky plane, dan ekstrem swing. Pengunjung bisa menjajal seluruh wahana foto ekstrem.

Untuk hasil foto nggak perlu khawatir karena di setiap wahana terdapat fotografer andal. Hasil fotonya bisa diambil di dekat pintu keluar.

Selain bisa menjajal aneka wahana foto esktrem, pengunjung juga bisa berburu kuliner di dalam kawasan The Lodge Maribaya. Ada dua tempat makan yang bisa kalian pilih sesuai selera masing-masing yaitu Dapur hawu dan Café Pines.

Rhythm of The Pines vol III The Lodge Maribaya
Rhythm of The Pines vol III The Lodge Maribaya

Rhythm of The Pines Vol III

Nggak hanya menyediakan wahana untuk wisata, The Lodge Maribaya juga secara rutin menggelar kompetisi musik Rhythm of The Pines (ROTP) setiap tahun.

Rhythm of The Pines vol III adalah kompetisi musik akustik buat musisi berjiwa muda yang diselenggarakan selama dua hari (19-20 Oktober 2019) di The Pines Cafe, The Lodge Maribaya.

ROTP Vol III merupakan bentuk konsistensi The Lodge Maribaya untuk mendukung perkembangan seni musik di tanah air, khususnya perkembangan musik akustik. Event ini sudah diselenggarakan yang ke-3 kalinya sejak tahun 2017 oleh The Lodge Foundation.

Ajang pencarian bakat musik akustik ini terbilang unik karena diselenggarakan di alam terbuka. Kontestan Rhythm of The Pines bermain musik di halaman cafe dengan ditemani semilir angin sejuk dan pemandangan hutan pinus Tahura yang hijau.

Alunan musik akustik di tengah hutan pinus yang sejuk terasa menentramkan jiwa. Sebanyak 51 band  dari berbagai daerah berhasil lolos seleksi.

Juri Rhythm of The Pines Vol III
Juri Rhythm of The Pines Vol III
Nggak main-main, untuk seleksi peserta audisi ini The Lodge menghadirkan juri yang sudah banyak makan asam garam di industri musik tanah air di antaranya Erlan (Wachdach Band), Attir (Speaker First), dan Dodo (D’cinnamons).

Dari 50 besar, kontestan disaring kembali hingga terpilih 20 finalis. Kemudian di babak final dipilih tiga pemenang. Seluruh finalis berjuang keras menunjukan keahliannya bermain musik di depan juri dan penonton.

Semua finalis bagus, Mimin juga terpesona dengan penampilan mereka. Sampe nggak sadar ikut goyang-goyang menikmati setiap alunan musik. Usai semua kontestan selesai unjuk keahliannya, berikutnya giliran ketiga juri yang bekerja keras menentukan pemenang Rhythm of The Pines vol III.

Setelah berunding selama dua jam, akhirnya dewan juri berhasil menentukan pemenang utama Rhythm of The Pines vol III yaitu band Irealis Irrealieste. Band akustik asal Universitas Widayatama ini berhasil mengungguli kontestan lainnya dan berhak mendapatkan uang tunai senilai Rp 7.500.000.

Terimakasih atas kunjungannya, silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar