29 June 2019

Karnaval Seni dan Budaya Meriahkan Asia Afrika Festival 2019

Karnaval Asia Afrika Festival 2019
Karnaval Asia Afrika Festival 2019. 
Sabtu 29 Juni 2019, pagi itu langit di atas Kota Bandung terlihat cerah dan biru. Udara pagi yang sejuk seakan menusuk kulit. Saat matahari mulai memancarkan cahaya, terlihat kesibukan di sepanjang ruas Jalan Asia Afrika. Rupanya mereka tengah mempersiapkan event besar yang rutin digelar setiap tahun oleh Pemkot Bandung.

Ya, dalam rangka memperingati momen yang sangat penting dalam sejarah internasional, Pemerintah Kota Bandung kembali menggelaran event akbar Asia Afrika Festival (AAF) yang bertempat di Jalan Asia Afrika.

Palestine Walk Asia Afrika Festival 2019
Palestine Walk Asia Afrika Festival 2019
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Asia Afrika Festival menjadi salah satu event yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga Bandung dan sekitarnya. Biasanya rangkaian acara AAF diawali dengan historical walk yang diikuti oleh para delegasi dari negara sahabat. Mereka berjalan kaki dari Hotel Savoy Homman menuju Gedung Merdeka.

Namun, event Asia Afrika Festival 2019 sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini para delegasi berjalan dari Pendopo Wali Kota menuju Palestine Walk yang berlokasi di seberang Alun-Alun Bandung dan berdekatan dengan Monumen Bola Dunia.

Di Jalan Palestina ini para delegasi ditemani Wali Kota Bandung, Oded M Danial. Rombongan berjalan di karpet merah melakukan aksi “Solidarity Walk” sebagai bentuk dukungan negara Asia Afrika untuk kemerdekaan Palestina.

Pelepasan burung merpati putih
Pelepasan burung merpati putih
Dalam aksi solidaritas ini para delegasi juga melakukan pelepasan burung merpati putih yang menjadi simbol kebebasan untuk Palestina. Kemudian rombongan melanjutkan perjalan menuju Museum Konferensi Asia Afrika untuk melihat dan mengenang sejarah Konferensi Asia Afrika.

Karnaval Seni dan Budaya di Asia Afrika Festival 2019


Setelah napak tilas di Museum Konferensi Asia Afrika, tamu delegasi dipersilakan menempati kursi yang disediakan di panggung utama untuk menyaksikan acara puncak Asia Afrika Festival 2019 yaitu karnaval seni dan budaya dari berbagai daerah dan negara yang melibatkan ribuan peserta.

Karnaval Asia Afrika Festival 2019
Karnaval Asia Afrika Festival 2019
Festival yang dibuka secara langsung oleh Mang Oded ini lebih meriah daripada tahun sebelumnya karena dihadiri oleh 19 duta besar negara perwakilan. Para tamu undangan dan masyarakat yang menyaksikan acara AAF 2019 dihibur dengan penampilan para peserta karnaval yang menyuguhkan berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional. Seperti tarian, musik, serta parade kostum terbaik dari Asia dan Afrika.

Asia Afrika Festival 2019
Asia Afrika Festival 2019
Menurut keterangan yang didapat dari Kenny Dewi Kaniasari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Asia Afrika Festival merupakan ajang silaturahmi seluruh warga Kota Bandung dengan Pemerintah Kota. 

Ke depannya akan banyak festival, kegiatan pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif yang bisa mendatangkan banyak tamu ke Kota Bandung. Kegiatan tersebut akan memberikan dampak positif untuk sosial dan ekonomi.

"Saya yakin orang Bandung bisa melayani tamu dengan baik, ramah, serta penuh dengan sapa, salam, dan senyum. Karena orang Bandung terkenal dengan keramahannya alias someah hade ka semah," kata Kenny.

Asia Afrika Festival tahun 2020 diharapkan bisa lebih besar dan meriah karena merupakan event lima tahunan. Kemungkinan akan menghadirkan kepala negara dari setiap negara anggota Konferensi Asia Afrika. 

Hindari Kemacetan Asia Afrika Festival 2019 #GrabkeunWeh

Karnaval Asia Afrika Festival 2019 digelar di sepanjang ruas jalan Asia Afrika, mulai dari kawasan simpang empat sebelum hotel Savoy Homman hingga Masjid Agung Bandung. Ruas jalan tersebut ditutup untuk sementara dan arus lalu lintas dialihkan selama acara berlangsung.

Kendaraan yang menuju Jalan Sudirman diarahkan ke Jalan Tamblong, kemudian ke Jalan Veteran, Jalan Sunda, melalui Jalan Sumbawa, Belitung, Sumatera, Aceh, Merdeka, Perintis Kemerdekaan, Suniaraja, dan Jalan Otista.

Sedangkan kendaraan yang mengarah ke Jalan Tegalega, diarahkan ke Jalan Lengkong Besar, Jalan Pungkur, dan Jalan Otista.

Penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas menyebabkan penumpukan kendaraan di beberapa titik. Kemacetan pun tak bisa dihindari.

Agar warga Bandung terhindar dari kemacetan dan tidak menyebabkan kemacetan, Wali Kota Bandung mengimbau masyarakat memilih transportasi umum jika ingin hadir di Asia Afrika Festival 2019.

#GrabkeunWeh biar nggak macet
#GrabkeunWeh biar nggak macet
Mimin juga sengaja memilih naik Grab Bike daripada bawa kendaraan pribadi. Selain menyebabkan kemacetan, pakai kendaraan pribadi susah mencari tempat parkir karena kantong-kantong parkir sudah terisi penuh.

Grab Bike menjadi transportasi online favorit masyarakat Bandung karena mampu memberikan pelayanan yang maksimal dan memuaskan pelanggan. Grab juga sangat membantu mobilitas untuk mengikuti acara Asia Afrika Festival 2019.

Hayu urang Bandung Grabkeun Weh agar tidak terjebak macet dan tidak menyebabkan kemacetan.

Baca juga Main Aplikasi Game Messi Challenge Berhadiah Jalan-jalan ke Barcelona

Terimakasih atas kunjungannya, silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar