Gebyar Pesona Budaya Garut 2018, Akan Dimeriahkan Oleh Atraksi Seni dan Budaya Tradisional

Posted by

Gebyar Pesona Budaya Garut 2018
Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 
Bukan untuk yang pertama kalinya Kabupaten Garut melaksanakan even besar Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG), di tahun 2018 ini kota Intan kembali selenggarakan even budaya akbar  yang akan berlangsung pada 22 Februari 2018, hajat akbar ini sangat istimewa karena otomatis sejumlah prosesi budaya, akan dikemas dalam balutan Garut Creactive Expo, sehingga menjadi ajang pertunjukan dan event budaya berbasis ekonomi industry yang sangat unik dan menarik.

"GPBG ini masuk ke dalam kalender 100 wonderful Event Nasional 2018. Kegiatan akan dipusatkan di lapangan olah raga Ciateul Kabupaten Garut," kata Deputi Pemasaran I Kemenpar l Gde Pitana, belum lama ini.

GPBG digelar berbarengan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Garut ke-205 dengan mengusung tema "Gawe Rancage Mawa Raharja” atau kerja bersama untuk meraih kesejahteraan, GPBG juga akan menginspirasi para seniman dan budayawan khususnya untuk wilayah Garut. Selain itu, Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 tentunya akan membuka peluang sebagai media branding yang baik bagi para pelaku seni dan budaya serta Industri Pariwisata.

Even akbar ini diawali dengan jalan sehat bersama seluruh masyarakat Garut, pada 20 Februari 2018, dan grand opening pada tanggal 22 Februari 2018 pukul 08.00 WIB, Pembukaan akan diisi dengan prosesi budaya dari perwakilan 7 Provinsi dan 10 kabupaten kota se-Indonesia.

Akan ada banyak atraksi pertunjukan yang disuguhkan dalam acara yang bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Garut ini seperti diantaranya penampilan 20 komunitas seni dan budaya, 9 masyarakat adat, perwakilan dari kecamatan dan desa seluruh kabupaten Garut. Puncaknya, akan dimeriahkan pagelaran Wayang Ajen yang fenomenal 24 Februari di Alun-Alun Karangpawitan.

Sedangkan Garut Creactive Expo akan diisi oleh lebih dari 150 stan UMKM termasuk perwakilan 4 negara sahabat yang akan ikut berpromosi. Rencananya, 6 duta besar dari negara-negara sahabat akan menghadiri helatan budaya ini.

Tentu cara Gebyar Pesona Garut 2018 ini sangat istimewa dan akan berlansung sangat meriah. Adapun tujuan dilaksanakan even ini adalah untuk melestarikan seni dan budaya dan mempromosikan pariwisata lokal ke tingkat Nasional, bahkan go internasional. Yang paling penting adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Indonesia. Dengan digelarnya acara ini juga tentu akan menggerakkan perekonomian masyarakat, karena wisata Kabupaten Garut ikut terpromosikan kepada wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.

Ferdiansyah sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI, dan sekaligus sebagai pemerhati Pariwisata mengatakan, Garut memiliki wilayah yang delapan puluh persen adalah konservasi alam, oleh karena itu, pariwisata harus menjadi ujung tombak perekonomian masyarakat kabupaten Garut. 

“Event Gebyar Pesona Budaya Garut harus bisa menginspirasi warga kabupaten Garut untuk lebih kreatif, Event ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendongkrak perekonomian Kabupaten Garut dari sektor Pariwisata, Garut yang kaya dengan perkebunan, pantai yang indah dan udara yang sejuk membuat Garut sering disebut sebagai Swiss van java" kata Ferdiansyah saat konferensi pers di Fave Hotel Garut, (21/02/2018)

Sedangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai selama ini, ketertarikan wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya wisman, 60 persen dipengaruhi oleh faktor budaya. Jadi ketika ada pertunjukan budaya yang menyentuh hati nurani masyarakat akan menjadi daya tarik positif yang sangat tinggi. Sehingga berpengaruh dalam peningkatan kunjungan wisman dan pergerakan wisata nusantara.

Melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat Garut saat ini, tentunya masyarakat sudah sangat siap untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. “Terlebih Garut sejak sebelum zaman kemerdekaan sudah dikenal dengan kekayaan budaya, alam dan kulinernya. Sekarang ini tinggal meningkatkan promosi Garut agar supaya bangkit lagi pariwisatanya," ujarnya.


Blog, Updated at: 5:39 PM

0 komentar:

Post a Comment