Presiden Jokowi Pimpin Karnaval Kemerdekaan 2017 di Bandung

Posted by

Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017
Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017. 
Kota Bandung sebagai salah satu kota kreatif dengan perkembangan komunitas terbanyak di Indonesia, oleh karena itu kota ini terpilih menjadi tuan rumah peyelenggara karnaval kemerdekaan RI ke-72 yang bertemakan “Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017” yang diselenggarakan pada, Sabtu, 26 Agustus 2017.

Karnaval kemerdekaan ini merupakan sebuah tradisi yang mulai diselenggarakan sejak tahun 2015 lalu, dengan tujuan sebagai acara penutup puncak perayaan kemerdekaan Negara Republik Indonesia dan sekaligus menjadi pesta rakyat yang yang diisi dengan menampilkan arak-arakan budaya Nusantara sebagai wujud dari keberagaman suku dan budaya di Tanah Air yang bersatu tanpa membedakan antara satu sama lain, sehingga disinilah terjadi yang namanya Bhineka Tunggal Ika.

Dengan diselenggarakannya karnaval kemerdekaan ini diharapkan dapat menggugah atau membangkitkan semangat bangsa Indonesia, mengingat jasa para pahlawan perjuangan Kemerdekaan dan keberagaman budaya Indonesia. 

Dalam pelaksanaannya, pawai Karnaval kemerdekaan ini melibatkan 43 kontingen dari berbagai unsur lintas budaya, komunitas, provinsi, kota maupun kabupaten di Indonesia yang berjumlah lebih dari 1.115 peserta dengan latar belakang seniman dan berbagai komunitas anak muda di Jawa Barat seperti, Rombongan Rebana dari Pondok Pesantren Nurul Iman, Karaton Kapangeranan Gebang Kinatar Cigugur Kuningan, Kuda Renggong Sumedang, Kesenian Gotong Garuda, Reog Ponorogo, kesenian Sisingaan asal Subang, Paguyuban Sepeda Baheula Bandung, Komunitas Historia Van Bandung, Pemain Engrang Jack Obin, Mojang Lenjang dan Jajaka Gandang Parahyangan, Atlet Sepatu Roda KONI Bandung, dan Komunitas Cosplay Bandung serta perwakilan budaya dari 13 Provinsi di Indonesia, termasuk tiga karnaval terbaik Indonesia yan terdiri dari Jember Fashion Carnaval, Solo Batik Carnival, dan Tomohon Flower Carnaval. 

Rangkaian kegiatan karnaval kemerdekaan ini dimulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, dengan rute dari Gedung Sate di Jalan Diponegoro, Taman Vanda dan berakhir di Alun-alun Kota Bandung. Sementara untuk panggung utama dipusatkan di Taman Vanda. Jalur karnaval membentang dari Gedung Sate sampai Balai Kota Bandung sepanjang 2,2 Km.

Pawai karnaval kemerdekaan ini disambut meriah oleh ratusan ribu warga dan wisatawan di sepanjang jalan yang dilintasi oleh rombongan karnaval. Penonton karnaval serentak berteriak histeris saat rombongan pawai yang dipimpin oleh Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan menunggangi Kereta Pancasila. Dimana Kereta Pancasila ini adalah sebuah mobil hias berjenis truk yang didesain sedemikian rupa, dimana pada bagian depan mobil dihias berbentuk kepala burung Garuda dan pada bagian belakangnya terdapat ruang khusus untuk Presiden, Gubernur Jabar dan Wali Kota Bandung. Kereta Pancasila merupakan hasil karya rancangan lima seniman Bandung, yang memiliki makna budaya kerja dan gotong royong dalam laku budaya kebersamaan. 

Dengan mengenakan beskap berwarna ungu dan iket kepala Makuta Sinatria, Presiden Jokowi memimpin Karnaval sambil melambaikan tangan dan melmpar senyuman kepada seluruh warga masyarakat yang menjadi penonton di sepajang jalan yang dilintasi oleh rombongan Karnaval Kemerdekaan.

Saat tiba di Taman Vanda, rombongan tamu VIP memasuki panggung terbuka untuk menyaksikan rombongan karnaval yang melintas dan mempertontonkan atraksinya masing-masing. Pawai ini berlangsung cukup lama, karena rombongan peserta kanaval kemerdekaan begitu panjang dan meriah, sehingga saat itu Bandung menjadi pusat lautan manusia. 

Dengan terpilihnya Kota Bandung sebagai tuan rumah pelaksana Karnaval Kemerdekaan, diharapkan Kota Kembang ini terus berkembang menjadi pusat industri kreatif dan budaya serta menjadi destinasi karnaval berkelas Internasional yang bisa menarik minat wisatawan untuk datang ke Bumi Parahyangan.


Blog, Updated at: 1:52 AM

0 komentar:

Post a Comment