![]() |
| Flash Blogging 72 tahun RI |
Bijak Bermedia Sosial, Cara Sederhana Melawan Hoaks dan Informasi Negatif di Dunia Maya
Pernah nggak sih, Mimin sedang santai sambil memegang handphone, lalu tiba-tiba muncul berbagai macam berita di media sosial?
Ada berita yang bikin penasaran, ada yang membuat kita ikut prihatin, bahkan ada juga informasi yang bikin emosi padahal belum tentu benar.
Di zaman sekarang, rasanya hampir mustahil sehari saja kita lepas dari internet. Mulai dari mencari informasi, membaca berita, berkomunikasi dengan keluarga, sampai sekadar melihat apa yang sedang ramai dibicarakan, semuanya bisa dilakukan hanya dari layar handphone.
Dunia maya memang sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Hampir setiap hari masyarakat menggunakan internet untuk mencari maupun menyebarkan informasi.
Perkembangan teknologi digital membuat proses komunikasi menjadi jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Masalahnya, kecepatan tersebut nggak selalu membawa dampak positif.
Informasi yang beredar di media sosial begitu banyak dan dinamis. Kadang antara dunia maya dan kehidupan nyata terasa seperti berjalan sendiri-sendiri. Apa yang ramai dibicarakan di internet belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Yang lebih memprihatinkan, informasi negatif juga semakin mudah ditemukan. Berita bohong, provokasi, fitnah, gosip hingga konten yang berpotensi memecah belah masyarakat bisa menyebar hanya dalam hitungan menit.
Jangan Jadi Bagian dari Penyebaran Informasi Negatif
Mimin melihat persoalan ini sebenarnya bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu dari diri sendiri.
Nggak semua informasi yang masuk ke handphone harus langsung dibagikan. Sebelum menekan tombol share, ada baiknya kita membaca terlebih dahulu, mencari sumbernya, kemudian memastikan apakah informasi tersebut memang benar atau hanya kabar yang sengaja dibuat untuk memancing reaksi.
Kalau masyarakat lebih berhati-hati, informasi positif dan bermanfaat tentu akan semakin banyak memenuhi dunia maya.
Sebaliknya, berita hoaks dan informasi negatif perlahan bisa kehilangan ruang karena nggak mendapatkan dukungan dari pengguna internet.
Beberapa waktu lalu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika juga pernah melakukan pemblokiran terhadap ratusan situs yang dianggap memuat konten negatif.
Telegram juga sempat menjadi perhatian karena dinilai memiliki sejumlah konten negatif yang dikhawatirkan dapat memberikan pengaruh terhadap generasi muda.
Persoalannya memang nggak sesederhana memblokir sebuah situs atau platform. Selama masyarakat masih mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, berita negatif akan tetap mempunyai peluang untuk menyebar.
Apalagi sekarang hampir semua orang memiliki handphone.
Satu informasi yang diterima seseorang bisa langsung diteruskan ke grup keluarga, grup pertemanan, Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, maupun berbagai platform lainnya. Dalam waktu singkat, informasi tersebut bisa berpindah dari satu orang ke ribuan orang.
Yang lebih berbahaya, banyak orang menganggap sebuah berita benar hanya karena berita tersebut sudah dibagikan berkali-kali.
Padahal, banyaknya orang yang membagikan sebuah informasi nggak otomatis membuat informasi tersebut menjadi fakta.
Belajar Bijak Menggunakan Media Sosial
Pentingnya menggunakan media sosial secara bijak menjadi salah satu pembahasan dalam acara Flash Blogging yang diselenggarakan Direktorat Kemitraan Komunikasi, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
Kegiatan tersebut berlangsung di Holiday Inn Pasteur, Jalan Dr. Djunjunan No. 96, Bandung, Jawa Barat, pada Selasa, 22 Agustus 2017.
Flash Blogging tersebut mengusung tema “72 Tahun RI, Memperkokoh Kebhinekaan dalam Membangun Negeri.”
Acara yang dihadiri para blogger tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan media digital. Blogger dianggap memiliki peran penting karena tulisan yang dibuat di blog dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi digital, blogger bukan hanya dituntut mampu membuat tulisan yang menarik. Lebih dari itu, seorang blogger juga perlu bertanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan kepada pembacanya.
Sebab, tulisan yang sudah dipublikasikan di internet bisa menyebar dengan sangat cepat.
Ketika informasi sudah terlanjur beredar, menghapus tulisan atau memberikan klarifikasi belum tentu mampu mengembalikan keadaan seperti semula. Karena itu, kehati-hatian dalam berkomunikasi di dunia maya menjadi sesuatu yang sangat penting.
Salah satu pesan yang cukup menarik dalam pembahasan tersebut adalah mengenai kebiasaan mencela pejabat publik di media sosial. Ketika seseorang mencela pejabat publik, sebenarnya dia bukan sedang membuat dirinya terlihat lebih hebat.
Justru, seperti sebuah perumpamaan yang disampaikan dalam acara tersebut, orang yang mencela pejabat publik seolah sedang memasang lipstik di dahinya sendiri.
Pesannya sederhana. Kritik boleh saja, tetapi sebaiknya disampaikan dengan cara yang santun, berdasarkan fakta dan nggak berubah menjadi penghinaan atau provokasi.
Dalam acara Flash Blogging tersebut, Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si., Guru Besar Komunikasi Politik pada Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia, menjadi salah satu narasumber talk show.
Pria yang akrab disapa Pak Karim tersebut membahas bagaimana masyarakat seharusnya menyikapi berbagai persoalan di dunia digital, terutama ketika media sosial dipenuhi informasi yang belum tentu benar.
Beliau juga menjelaskan pentingnya menjaga kebhinekaan dalam kehidupan sebagai warga negara Indonesia.
Kenali Ciri-Ciri Berita Positif dan Negatif
Setiap berita sebenarnya memiliki nada pemberitaan atau tone dan kerangka pemberitaan yang biasa disebut framing. Dari cara sebuah informasi disampaikan, kita bisa melihat apakah sebuah berita cenderung positif atau justru negatif.
Salah satu persoalan yang sering terjadi adalah bercampurnya fakta dengan opini. Ketika pembaca nggak mampu membedakan mana fakta dan mana opini, sebuah informasi akan lebih mudah menyesatkan.
Berikut beberapa ciri berita positif yang bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum membagikan informasi:
1. Menggunakan kalimat yang jelas dan mudah dipahami.
2. Informasi berdasarkan fakta atau kejadian yang dapat dilihat, didengar maupun dirasakan.
3. Nggak mengadu domba atau memicu perpecahan berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
4. Sumber berita jelas dan dapat dipercaya.
5. Nggak mengandung informasi yang nggak jelas atau tidak didukung fakta dan sumber yang kredibel.
Sementara itu, berita negatif biasanya memiliki beberapa ciri yang perlu diwaspadai, antara lain:
1. Menggunakan kalimat yang membingungkan sehingga menimbulkan banyak persepsi bagi pembaca.
2. Lebih banyak mengandalkan opini dibandingkan fakta.
3. Bersifat provokatif, mengadu domba, menghasut atau memunculkan konflik SARA.
4. Sumber berita nggak jelas dan sulit dipercaya.
5. Mengandung informasi yang nggak jelas atau nggak didukung fakta dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kalau menemukan berita dengan ciri-ciri tersebut, Mimin menyarankan jangan buru-buru membagikannya.
- Berhenti sebentar.
- Baca ulang.
- Cari sumber lainnya.
- Kalau masih ragu, lebih baik nggak dibagikan.
Blog dan Peran Blogger di Era Digital
Perubahan menuju era milenial semakin terasa. Hampir semua aktivitas informasi perlahan beralih ke media digital.
Media online menjadi salah satu sarana yang paling banyak digunakan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat.
Di satu sisi, perkembangan media digital memberikan banyak manfaat. Informasi bisa disampaikan dengan cepat dan masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan dari berbagai sumber tanpa harus menunggu koran terbit keesokan harinya.
Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga membawa tantangan.
Salah satunya adalah penyebaran informasi yang nggak benar.
Blog menjadi salah satu media digital yang bisa digunakan untuk menyampaikan informasi. Secara sederhana, blog merupakan website pribadi yang biasanya diperbarui secara berkala oleh pemiliknya, dengan artikel terbaru ditampilkan terlebih dahulu.
Secara teknis, blog juga menjadi teknologi aplikasi website yang memudahkan seseorang menerbitkan berbagai materi ke internet, mulai dari tulisan, gambar, audio hingga video.
Prosesnya relatif mudah, cepat dan murah karena banyak fitur yang sudah tersedia secara otomatis.
Namun, memiliki blog saja belum cukup.
Seorang blogger juga perlu memperhatikan kualitas konten yang dibuat.
Konten yang baik seharusnya informatif, spesifik, bermanfaat, personal, unik dan memiliki karakter tersendiri. Dengan begitu, pembaca nggak hanya datang sekali, tetapi bisa kembali lagi karena merasa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat.
Untuk membuat blog yang berkualitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, headline atau judul harus menarik. Judul merupakan bagian pertama yang dilihat pembaca. Kalau judulnya menarik dan sesuai dengan isi artikel, peluang pembaca untuk membuka tulisan tentu lebih besar.
Kedua, artikel harus memberikan manfaat langsung bagi pembaca. Jangan hanya mengejar jumlah tulisan.
Lebih penting membuat konten yang memang dibutuhkan dan memberikan solusi atau informasi yang jelas.
Ketiga, buat konten yang menarik untuk dibagikan. Artikel yang informatif dan bermanfaat biasanya lebih mudah dibagikan pembaca kepada orang lain melalui media sosial.
Keempat, perhatikan bagaimana judul dan artikel ditampilkan di media sosial maupun layar smartphone.
Sebagian besar pengguna internet saat ini mengakses informasi menggunakan handphone. Karena itu, tulisan harus nyaman dibaca melalui layar yang lebih kecil.
Pada akhirnya, perkembangan dunia digital nggak bisa dihentikan. Internet akan terus berkembang dan media sosial akan terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Yang bisa kita lakukan adalah menjadi pengguna internet yang lebih cerdas.
- Jangan mudah percaya.
- Jangan mudah terpancing.
- Dan yang paling penting, jangan ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Kalau setiap orang mau mulai dari dirinya sendiri, dunia maya tentu bisa dipenuhi lebih banyak informasi positif dan bermanfaat.
Blogger pun memiliki kesempatan besar untuk ikut mengambil peran tersebut, yaitu menghadirkan tulisan yang informatif, berimbang dan memberikan manfaat bagi pembacanya.


