ASUS ExpertBook Ultra, Laptop Bisnis Flagship yang Siap Jadi Standar Baru Industri

ASUS ExpertBook Ultra

 

ASUS ExpertBook Ultra, Laptop Bisnis Flagship yang Siap Jadi Standar Baru Industri - Pernah nggak membayangkan bagaimana repotnya seorang pekerja profesional ketika harus berpindah-pindah tempat sambil membawa laptop?


Pagi digunakan untuk meeting, siang mengolah data, sore membuat presentasi, dan malam masih harus menyelesaikan laporan.


Laptop bisnis akhirnya bukan cuma soal bisa menyala dan menjalankan aplikasi, tetapi harus benar-benar bisa menjadi partner kerja yang bisa diandalkan.


Apalagi ketika pekerjaan menyangkut data perusahaan, dokumen penting, rapat online, hingga presentasi di berbagai kondisi.


Laptop yang berat, baterai cepat habis, performa pas-pasan, atau keamanannya kurang tentu bisa menjadi masalah.


Kebetulan banget hari ini Mimin berkesempaatan menghadiri Bandung Media Gathering yang diselenggarakan ASUS di De Java Hotel, Bandung, pada 19 Agustus 2026.


Dalam kesempatan tersebut, ASUS membawa sebuah laptop bisnis flagship yang diklaim mampu menghadirkan performa, keamanan, mobilitas, dan teknologi AI tanpa kompromi. Namanya ASUS ExpertBook Ultra.


ASUS bahkan membawa pesan yang cukup tegas untuk laptop bisnis flagship terbarunya ini, ASUS ExpertBook Ultra sebagai The Flagship of the Industry. Period.



Bandung Media Gathering
Bandung Media Gathering
Pic by: Alienda


Laptop Bisnis Flagship yang Nggak Sekadar Mengandalkan Spesifikasi


Dalam lanskap bisnis modern yang bergerak sangat cepat, memilih perangkat komputasi yang tepat bukan lagi sekadar urusan departemen TI. Laptop sekarang sudah menjadi bagian dari investasi strategis perusahaan.


Para eksekutif dan profesional membutuhkan perangkat yang nggak hanya punya performa tinggi, tetapi juga menawarkan keamanan tingkat tinggi, mobilitas, efisiensi, serta integrasi kecerdasan buatan yang semakin penting dalam pekerjaan sehari-hari.


Di kelas flagship, ASUS ExpertBook Ultra hadir dengan ambisi besar. ASUS menempatkannya sebagai laptop bisnis terbaik yang dirancang untuk menantang dominasi produk flagship dari kompetitor.


Beberapa nama yang menjadi pembandingnya antara lain Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14, hingga Apple MacBook Air M4 13 inci yang dikenal memiliki efisiensi daya tinggi.


Menariknya, ASUS nggak sekadar mengandalkan nama besar. ExpertBook Ultra dibekali sejumlah teknologi terbaru yang memang diarahkan untuk kebutuhan profesional modern.



ASUS ExpertBook Ultra
ASUS ExpertBook Ultra


Performa AI 50 TOPS dan Arsitektur Generasi Terbaru


Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU.


NPU tersebut mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS).


Angka ini menjadi salah satu keunggulan penting karena kebutuhan pemrosesan AI di laptop semakin besar. Saat ini, sejumlah laptop flagship kompetitor di pasar Indonesia masih mengandalkan Intel Core Ultra 7 Series 2 dengan performa AI NPU hingga 48 TOPS.


Artinya, ASUS memilih untuk langsung membawa teknologi pemrosesan AI terbaru ke lini laptop bisnis flagship-nya.


Kalau dibawa ke skenario pekerjaan sehari-hari, kemampuannya tentu menarik. Bayangkan seorang eksekutif sedang mengikuti rapat panjang melalui Microsoft Teams sambil mengolah ribuan baris data di Excel dan membuka ratusan halaman laporan PowerPoint.


Dalam kondisi multitasking seperti ini, laptop dituntut tetap responsif.


Apalagi ketika notulen otomatis berbasis AI mulai digunakan. Beban pekerjaan yang sebelumnya harus dilakukan secara manual bisa dibantu oleh kecerdasan buatan.


Melalui fitur ASUS AI ExpertMeet, proses seperti transkripsi, penerjemahan bahasa, hingga optimasi kamera web dapat diproses melalui NPU.


Keuntungannya, pemrosesan AI dapat dilakukan secara lebih efisien tanpa terus-menerus membebani CPU. Efisiensi seperti inilah yang menjadi semakin penting ketika laptop digunakan sepanjang hari untuk kebutuhan bisnis.


ASUS juga menghadirkan Zenni Claw. Pada ASUS ExpertBook Ultra, tools ini dapat menjalankan agentic AI secara lokal maupun cloud dengan menghubungkan berbagai tools dengan Anthropic, OpenAI, ataupun Google Gemini.


Jadi, perkembangan laptop bisnis sekarang memang sudah bergeser. Laptop bukan lagi hanya alat untuk membuka Word, Excel, PowerPoint, atau browser, tetapi mulai menjadi perangkat yang mampu membantu menyelesaikan pekerjaan dengan AI.


Tandem OLED 1.400 Nits untuk Mobilitas Tinggi


Namun performa tinggi saja belum cukup untuk sebuah laptop bisnis flagship.


Ada satu kondisi yang sering dianggap sepele, tetapi sebenarnya cukup mengganggu ketika bekerja secara mobile, yaitu layar yang sulit dilihat ketika berada di luar ruangan.


Bayangkan seorang eksekutif sedang berada di bandara, kafe, atau area terbuka dan harus melakukan presentasi mendadak. Cahaya matahari langsung bisa membuat layar laptop terlihat redup dan penuh pantulan.


ASUS ExpertBook Ultra mencoba menjawab persoalan tersebut melalui layar Tandem OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1.400 nits.


Teknologi Tandem OLED membuat tampilan dokumen, grafik finansial, spreadsheet, hingga materi presentasi tetap terlihat tajam dan nyaman ketika digunakan dalam kondisi terang.


Buat Mimin, bagian ini cukup menarik karena laptop bisnis memang seharusnya dirancang untuk mobilitas. Profesional nggak selalu bekerja di dalam ruangan dengan pencahayaan ideal.


Kadang pekerjaan harus diselesaikan di ruang meeting, lounge bandara, kafe, kendaraan, bahkan area outdoor.


Keberanian ASUS membawa teknologi Tandem OLED ke laptop bisnis juga menjadi sebuah langkah yang cukup besar.


Selain menawarkan tingkat kecerahan tinggi, teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan daya tahan panel sekaligus mengurangi risiko burn-in yang menjadi salah satu kekhawatiran pada panel OLED konvensional.


Dengan kombinasi performa AI dan layar berkualitas tinggi, ExpertBook Ultra memang nggak sekadar mengejar angka benchmark.


ASUS mencoba membuat laptop yang nyaman digunakan dalam skenario kerja nyata.



Ringan, Tangguh dan Keamanan Kelas Enterprise


Berbicara mengenai laptop bisnis, ada satu hal lagi yang nggak kalah penting, yaitu ketahanan.


ASUS ExpertBook Ultra memiliki bobot sekitar 1,1 kg, sehingga relatif ringan untuk dibawa bepergian. Namun meskipun ringan, ASUS tetap membekalinya dengan sasis premium yang memenuhi standar ketahanan militer US MIL-STD 810H.


Salah satu kemampuan yang ditonjolkan adalah ketahanannya terhadap tekanan hingga 100 kg. Mimin menyaksikan langsung demonstrasi ketahanan ASUS ExpertBook Ultra dalam acara Bandung Media Gathering tersebut.


Di atas ASUS ExpertBook Ultra deletakkan 10 buah barbel dengan masing-masing bobot 10 kilogram. Kalau dihitung, total beban yang diberikan mencapai sekitar 100 kilogram.


Mimin yang melihat langsung demo tersebut tentu cukup penasaran. Pasalnya, laptop dalam kondisi tertutup harus menahan beban yang kalau dibayangkan saja sudah cukup berat. Bukan sekadar beberapa kilogram, tetapi 10 barbel sekaligus dengan total bobot mencapai 100 kilogram.


Beberapa saat kemudian, seluruh barbel tersebut diangkat dan dilepas dari atas laptop.


Yang bikin Mimin cukup kaget, ASUS ExpertBook Ultra tetap menyala dan dapat digunakan dalam kondisi normal.


Demonstrasi tersebut menjadi gambaran nyata dari klaim ketahanan yang ditawarkan ASUS. Memang, kondisi seperti ini tentu bukan sesuatu yang sengaja dilakukan dalam penggunaan sehari-hari.


Namun, kemampuan menahan tekanan hingga 100 kilogram memberikan gambaran mengenai seberapa kuat konstruksi laptop tersebut ketika harus menghadapi tekanan fisik selama mobilitas.


Uji ketahanan Asus ExpertBook
Uji ketahanan Asus ExpertBook

Belum selesai sampai di situ. Mimin juga menyaksikan langsung demonstrasi ketahanan lainnya yang nggak kalah menarik. Kali ini, bagian keyboard ASUS ExpertBook Ultra disiram air.


Air tersebut sengaja dituangkan ke area keyboard untuk menunjukkan bagaimana laptop menghadapi risiko tumpahan cairan yang bisa saja terjadi dalam penggunaan sehari-hari.


Namanya juga laptop kerja, kadang kita menggunakannya sambil minum kopi, teh, atau air putih. Sedikit saja lengah, cairan bisa tumpah ke keyboard.


Namun setelah terkena siraman air dalam demonstrasi tersebut, ASUS ExpertBook Ultra tetap menyala dan berfungsi secara normal.


Mimin yang melihat langsung demo tersebut tentu cukup terkesan. Setelah sebelumnya menyaksikan laptop ditimpa 10 barbel dengan total bobot sekitar 100 kilogram, kini keyboard-nya juga diuji dengan siraman air.


Dua demonstrasi tersebut memberikan gambaran bahwa ASUS nggak hanya mengejar desain tipis dan ringan pada ExpertBook Ultra, tetapi juga memperhatikan aspek ketahanan yang memang dibutuhkan sebuah laptop bisnis.


Buat sebagian orang mungkin terdengar seperti fitur untuk pamer. Tapi kalau Mimin pikir-pikir lagi, kemampuan seperti ini justru cukup masuk akal untuk laptop yang sering dibawa bepergian.


Jadi, ketahanan terhadap tekanan bukan hanya angka spesifikasi. Selain ketahanan fisik, keamanan data juga menjadi bagian penting dari ExpertBook Ultra.


ASUS membekalinya dengan sistem proteksi ASUS ExpertGuardian yang memiliki sertifikasi NIST Level-4. Sistem tersebut memberikan perlindungan data berlapis pada level perangkat keras untuk membantu menjaga aset digital dan data sensitif perusahaan.


Ini menjadi penting karena kehilangan laptop sebenarnya bukan satu-satunya masalah.


Yang jauh lebih berbahaya adalah ketika data perusahaan yang tersimpan di dalam laptop ikut berpindah tangan.


Secara fisik, laptop memang bisa saja dicuri. Namun data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra dirancang agar tetap terlindungi, bahkan ketika SSD dilepas dan dipasang pada perangkat lain.


Bagi perusahaan, keamanan seperti ini tentu memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar spesifikasi tinggi.


Sebab laptop bisnis bukan cuma tempat menyimpan file pekerjaan. Di dalamnya bisa terdapat laporan keuangan, dokumen internal, data pelanggan, kontrak, strategi perusahaan, hingga informasi penting lainnya.


Pada akhirnya, ASUS ExpertBook Ultra memang datang dengan target yang sangat jelas.


The Flagship of the Industry. Period.


Kombinasi layar Tandem OLED 14 inci dengan kecerahan hingga 1.400 nits, prosesor Intel Core Ultra X9 Processor 388H, NPU hingga 50 TOPS, bobot sekitar 1,1 kg, ketahanan MIL-STD 810H, serta sistem keamanan ASUS ExpertGuardian membuat ExpertBook Ultra punya bekal kuat untuk menjadi salah satu laptop bisnis flagship yang diperhitungkan.


Buat Mimin, menariknya bukan hanya soal seberapa tinggi spesifikasinya, tetapi bagaimana semua teknologi tersebut diarahkan untuk kebutuhan profesional.


Mulai dari bekerja dengan banyak aplikasi sekaligus, memanfaatkan AI secara lokal, melakukan meeting online, bekerja di luar ruangan, sampai menjaga data perusahaan tetap aman.


Di era agentic AI dan on-device AI seperti sekarang, laptop bisnis memang sudah memasuki babak baru. Dan melalui ASUS ExpertBook Ultra, ASUS tampaknya ingin menunjukkan bahwa perangkat bisnis premium nggak boleh lagi sekadar cepat.


Ia harus aman, ringan, tangguh, cerdas, dan siap bekerja tanpa kompromi.


Baca juga : Circular Saw MODERN M2600L, Gergaji Sirkel yang Cocok untuk DIY dan Tukang Kayu Rumahan