13 March 2018

Kesenian Tradisional Reog Sunda

Kesenian Tradisional Reog Sunda
Kesenian Tradisional Reog Sunda.
Pic by Youtube. 
Kesenian Tradisional Reog Sunda - Kesenian tradisonal Sunda begitu banyak jenisnya, bahkan setiap wilayah atau daerah memiliki kesenian khas masing-masing. Dimana seni dan budaya merupakan warisan turun temurun dari para leluhur, atau biasa disebut juga karuhun. Salah satu kesenian tradisonal yang banyak digemari oleh masyarakat suku Sunda adalah Seni Reog. 

Mungkin bila mendengar nama Seni Reog ini banyak yang berpikir kesenian dari Jawa Timur, yaitu Reog Ponorogo. Tetapi Seni Reog yang dimiliki oleh masyarakat Sunda ini berbeda dengan reog dari Jatim, Seni Reog Sunda merupakan sebuah pertunjukan seni yang memadukan antara nyanyian, lawakan, gerakan tari yang lucu, dan alat instrumen khas sunda, yaitu Dogdog.

Dogdog merupakan sebuah alat tabuh berbentuk gendang yang terbuat dari kayu yang pada bagian tengahnya bolong dan pada salah satu lubangnya ditutup dengan kulit (kulit sapi, kambing, domba, atau kerbau). Kulit tersebut dikencangkan menggunakan rotan yang dililitkan (wengku), sehingga ketika dipukul akan menghasilkan suara dug atau dog, sehingga alat musik ini diberi nama dogdog.

Alat musik tradisonal dogdog ini terdiri dari empat macam dengan ukuran yang berbeda, dari mulai yang paling kecil sampai yang paling besar. Pemain dalam kesenian tradisional ini bisa laki-laki atau perempuan, dan bisa juga perpaduan antara laki-laki dengan perempuan.

Pada saat pementasannya group ini dipimpin oleh seorang dalang. Dalang memainkan dogdog berukuran 20 cm yang disebut dogdog Tilingtingtit. Wakilnya memegang dogdog yang berukuran 25 cm yang disebut Panempas, pemain ketiga menggunakan dogdog ukuran 30-35 cm yang disebut Bangbrang dan pemain keempat memegang dogdog ukuran 45 cm yang disebut Badublag

Sebagai pemanis biasanya ditambahkan lagi pemain tamborin/kecrekan sehingga jumlah pemain reog dogdog ini jumlahnya menjadi lima orang. Selain itu, Seni reog dogdog pun kerap dikolaborasikan dengan gamelan, seperti kendang, saron, bonang, goong, dan alat music tradisonal lainnya, sehingga pertunjukan kesenian ini lebih meriah.

Dalang reog dogdog berperan sebagai pengatur ritme tabuhan, yaitu untuk mempercepat atau memperlambat irama tabuhan. Sosok dalang dalam seni reog ini layaknya seorang pemimpin, jadi tampilannya serius, sementara yang lainnya berperan sebagai pelawak, terutama pemegang dogdog Indung yang paling besar, memiliki peran sebagai penghibur yang super lucu.

Pertunjukan Seni reog diawali dengan tatalu (intro), yaitu ketika para pemain masuk area panggung sambil menabuh alat musik dogdog sambil berputar mengelilingi area panggung lalu  kemudian membentuk barisan.

Setelah tatalu selesai, Dalang membuka pembicaran untuk memperkenalkan group kesenian tersebut. Berikutnya seluruh pemain dogdog memperkenalkan nama masing-masing (nama panggung) dari mulai dalang sampai yang paling ujung.

Dari mulai memperkenalkan nama ini penonton sudah bisa tertawa, karena pemain yang terakhir akan memberikan sebuah lelucon yang akan membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Setelah selesai melakukan perkenalan, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu tradisonal Sunda seperti kidung, jaipong, lagu daerah dan lain-lain.

Nyanyian yang diiringi alat musik dogdog ini dipadukan dengan tarian dan lawakan, sehingga nyanyian pun bisa berhenti kapan saja ketika pelawak melakukan aksinya.

Pertunjukan Seni reog ini memang bukan pentas utama, sehingga waktu tampilnya pun tidak berlangsung lama, biasanya hanya berdurasi sekitar satu jam saja. Namun meskipun  bukan acara utama, seni Reog merupakan acara yang paling dinantikan oleh para penonton, karena seni tradisional Sunda ini sangat menghibur dan membuat orang tertawa.

Pertunjukan Seni reog sudah sangat jarang ditemukan, sehingga banyak anak muda sekarang yang tidak mengenal seni warisan dari leluhur suku Sunda ini. Pagelaran seni Reog Sunda hanya bisa dijumpai di pinggiran kota, itu pun sudah sangat jarang ditemui. Semoga Seni tradisional Reog Sunda ini tidak akan pernah musnah terkubur oleh zaman.

Terimakasih atas kunjungannya, silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar