Pentingnya Manajemen Ritel Moderen Untuk Pengusaha Warung Eceran

Posted by

Pelatihan manajemen ritel modern yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk di Rumah Albi toko Alfamart, Patrol, Baleendah, Kabupaten Bandung
Pelatihan manajemen ritel modern yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk di Rumah Albi toko Alfamart, Patrol, Baleendah, Kabupaten Bandung.
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seperti warung eceran menjadi salah satu bisnis keluarga yang menggiurkan, karena bisnis rumahan ini menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit bila dikelola secara baik dan benar. Untuk menjadi pengusaha warung eceran yang sukses bukan hanya membutuhkan modal saja, tetapi harus disertai juga dengan strategi manajemen ritel  yang benar supaya tidak mengalami kerugian saat menjalankan bisnis perdagangan.

Usaha warung eceran yang menjual kebutuhan sehari-hari kerap kali menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memulai usaha. Selain modal yang relatif kecil, pengelolaan yang dianggap mudah, dan keuntungan yang relatif besar menjadi faktor penyebab orang tertarik memiliki usaha warung eceran. Namun sayangnya, tidak sedikit usaha mikro kecil dan menengah tersebut yang tidak berkembang, bahkan merugi karena pengelolaan yang tidak baik.

Salah satu contoh penyebab kerugian yakni karena tidak ada pencatatan dan pemisahan antara barang yang menjadi modal usaha dengan yang dikonsumsi sendiri.  Hal tersebut terungkap dari puluhan pelaku UMKM saat mengikuti pelatihan manajemen ritel modern yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) di Rumah Albi toko Alfamart, Patrol, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/11/2017).

Manajemen ritel adalah pengaturan keseluruhan faktor – faktor yang berpengaruh dalam proses perdagangan ritel/eceran, yaitu perdagangan langsung barang dan jasa kepada konsumen.

Kondisi ini mendorong Alfamart sebagai salah satu ritel modern untuk menjalankan pelatihan manajemen ritel yang dapat diikuti oleh pemiliki usaha warung eceran. Dimana pelatihan yang melibatkan para pelaku UMKM ini digelar secara rutin  setiap bulan secara bergantian di setiap wilayah yang memiliki jaringan toko Alfamart

Tujuannya dilaksanakannya pelatihan ritel ini adalah mengajak para UMKM, khususnya yang memiliki bisnis ritel untuk memahami manajemen ritel modern. Ritel tradisional dan ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan dan bersinergi.

Masyarakat pemilik warung disekitaran Patrol Baleendah ini mendapatkan pengetahuan husus tentang bagaimana cara mengelola warung dengan baik dari Novriadi sebagai trainer ritel Alfamart. 

Baca juga informasi tentang Seminar Reformasi Pelayanan Perizinan UMKM Untuk Meningkatkan Daya Saing Daerah 

Dalam pelatihan tersebut para peserta memperoleh materi terkait dengan manajemen penataan barang, pengaturan stok barang, manajemen keuangan (cash flow), tips mengamati tren pasar terkait produk yang sedang diminati serta pelayanan kepada konsumen.

Mayoritas para pedagang telah menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip manajemen ritel modern, namun tidak mengetahui mengapa hal tersebut harus dilakukan. Contohnya dalam hal menata atau mendisplay barang dagangan.

Pada umumnya pemilik warung tidak menerapkan kedaluwarsa yang dikenal dengan first in first out dan tidak memisahkan antara produk makanan dan bukan makanan. Padahal penataan barang dengan mengacu pada penanggalan kedaluwarsa dapat membantu kita memastikan produk layak jual.

Dalam pelatihan tersebut peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menata barang agar menarik konsumen. Bukan hanya menjaga kebersihan, pemilik warung harus segera mengisi barang yang cepat habis, agar jangan terjadi lost sales atau kehilangan potensi penjualan.

Pelatihan manajemen ritel ini merupakan salah satu Corporate Social Responsibility yang dijalankan Alfamart sebagai bentuk dorongan pada usaha ritel tradisional, Alfamart juga memiliki program yang berorientasi membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah dengan membantu pemenuhan pasokan barang melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA). 

Outlet Binaan Alfamart ini mendapat perlakuan khusus, contohnya ketika ada produk promo maka mereka akan mendapatkan tawaran produk tersebut, sehingga pemilik warung berkesempatan untuk mengambil keuntungan besar dari hasil penjualan barang tersebut. Pemilik warung eceran juga bisa meminta bantuan untuk menata/display produk kepada petugas yang mengantar barang tersebut, sehingga bisa tertata lebih rapih dan menarik bagi para konsumen yang melihatnya.


Blog, Updated at: 10:31 PM

0 komentar:

Post a Comment