Buku Happy Yummy Journy, Cerita Perjalanan Ratu Durian Dari Korea di Asia Tenggara

Posted by

Buku Happy Yummy Journey
Buku Happy Yummy Journey. 
Prof. Eje Kim adalah seorang wanita ahli geografi asal Korea yang mempunyai hobi traveling dan makan durian serta menyukai kupu-kupu. Selama ini telah melakukan traveling ke 100 negara, dan salah satunya adalah Indonesia. Dari sekian banyak Negara yang Dia kunjungi, ada beberapa ngara di Asia Tenggara yang membuat dirinya bisa menemukan kebahagiaan. Untuk mengabadikan semua kisah bahagianya, Eje Kim menulis sebuah buku tentang perjalanan hidupnya selama melakukan traveling ke beberapa Negara di belahan Asia Tenggara yang berjudul “Happy Yummy Journey”.

Buku Happy Yummy Journey ini telah di launching pada Kamis, 02 November 2017, yang bertempat di The Trans Luxury Hotel, Jln. Jendral Gatot Subroto No.289, Cibangkong, Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat. Eje Kim memilih hotel ini karena hotel ini memiliki simbol metamorfosa, dan banyak gambar kupu-kupu di dalamnya, sesuai dengan kegemarannya akan hewan bersayap cantik ini.

Kisah perjalanan Eje Kim yang dikemas dalam buku Happy Yummy Journey versi bahasa Indonesia ini berawal dari kisah kehidupannya yang harus menjalani kerasnya hidup di Negara Korea, setiap saat selalu disibukan dengan pekerjaan, bahkan di hari libur pun masih harus bekerja tanpa mengenal lelah, sehingga anaknya di rumah tidak pernah bisa merasakan kasih sayang dari seorang ibu. Eje Kim juga menjelaskan, kehidupan di Korea Selatan tidak seindah Drama Korea, karena itu hanyalah sebuah hiburan untuk menghilangkan stress saja, dan kenyataannya hidup disana itu sangatlah berat.

Kesibukan yang dijalani setiap hari membuatnya merasa stress dan ingin mencari kebahagiaan, langkah kakinya mengarah ke sebuah Negara di belahan Asia Tenggara, yaitu Singapura. Dimana saat singgah di Negara ini Kim berhasil menemukan momen indah dan sebuah pelajaran tentang perjalanan hidup. Satu hal yang membuatnya merasa menemukan sebuah kebahagian di Singapura adalah buah durian, karena wanita berdarah Korea ini percaya bahwa durian dapat membuat orang yang memakannya akan merasakan kebahagiaan, seperti halnya penduduk setempat yang mengkonsumsi durian, wajahnya selalu terlihat bahagia dan berseri.

Eje Kim mulai berburu durian di Singapura, namun dirinya sedikit kesulitan menemukan buah berkulit duri tersebut, karena kedai penjual durian yang dulu pernah Ia temukan ternyata sudah tidak ada. Namun tidak berhenti disitu saja Ia pun melanjutkan pencarian durian tersebut hingga menemukan tempat penjual durian. Menemukan penjual durian seakan wanita yang ahli dalam bidang geografi ini seakan kembali menemukan kebahagian yang Ia cari. Rasa bahagianya tidak berlangsung lama, karena saat perjalanan pulang, kamera dan Notebooknya hilang digondol pencuri, sehingga seluruh data yang sudah terkumpul lenyap seketika.

Negara bagian Asia Tenggara berikutnya yang menjadi tujuan Eje Kim adalah Malayasia, berbeda dengan Singapura, di negara ini Ia dapat dengan mudah menemukan buah durian. Dengan bantuan temannya yang mengajaknya ke Durian Buffet, disitu dapat ditemukan buah durian dengan harga yang relatif murah. Di tempat inilah dirinya kembali menemukan kebahagiaan dengan orang-orang yang sedang berbagi cerita sambil makan durian.

Kekagumannya akan Negara Asia Tenggara semakin bertambah, dan itu bukan karena buah durian saja, karena disini juga tumbuh berbagai macam bunga dan tumbuhan lainnya, sehingga di belahan Asia Tenggara ini menjadi surganya kupu-kupu. Hewan yang bermetamorfosis dari ulat, kepompong, dan kemudian menjadi kupu-kupu ini membuat dirinya bahagia karena hewan ini juga mengandung banyak pilosofi yang bisa diambil, seperti salah satu kutipan yang ia baca mengatakan "Sebentar lagi kau akan menjadi kupu-kupu, kau tidak akan makan daun yang pahit lagi, melainkan makan madu yang manis dan menari-nari, kemudian dengan bantuanmu bunga pun akan memunculkan buah". Dalam kutipan kata bijak tersebut merupakan kalimat penghibur untuk seekor ulat yang merasa bersalah karena harus memakan daun pohon tersebut, yang memiliki makna bahwa dunia yang indah ini penghuninya saling tergantung satu sama lain.

Thailand menjadi negara berikutnya yang dikunjungi oleh Eje Kim, dimana di negara ini merupakan surganya makanan, karena begitu banyak kuliner dengan citarasa tinggi yang dapat ditemui. Salah satunya adalah di Chantaburi yang memiliki tradisi unik, yaitu festival durian, meskipun terkenal dengan durian bangkok, tapi pusatnya durian berada di Chantaburi. Di wilayah ini kedai-kedai penjual durian mudah ditemukan.

Chantaburi juga memiliki sebuah tempat yang penuh dengan kebahagiaan, saat Eje Kim berkunjung ke suatu gunung yang memiliki air terjun dan pada bagian bawahnya terdapat genangan air yang dipenuhi dengan ikan, disana ikan tidak untuk dimasak dan dimakan, melainkan untuk disayangi dan diberi makan serta diajak bermain. Semua orang yang datang ke tempat ini terlihat begitu bahagia, sehingga Eje menganggap kawasan ini adalah tempat paling bahagia di Thailand.

Berbeda dengan kunjungan ke negara lainnya, saat Eje Kim berada di Kota Manila Filipina tidak ada yang namanya buah durian, dan sebagai penggantinya adalah Balut. Balut merupakan telur rebus yang di dalamnya berisikan embrio itik yang hampir terbentuk sempurna dan sekujur tubuhnya dipenuhi pembuluh darah. Untuk mendapatkan buah durian Eje Kim harus pergi ke kota Davao, dimana kota ini merupakan daerah penghasil durian paling terkenal di Filipina.

Durian menjadi simbol kota Davao, semua hal yang berbau durian ada di kota ini, dari mulai miss durian, putra durian, patung durian, olahan makanan berbahan durian, bahkan durian pun menjadi pemersatu penduduk Davao yang memiliki keragaman agama, etnis, dan selera. Eje juga terkesan dengan perempuan Davao yang terkesan tangguh, dimana pejabat publik pun banyak didominasi kaum perempuan.

Sang penulis berdarah Korea ini memasukan Indonesia dalam catatan perjalanannya di Asia Tenggara, berbeda dari beberapa negara yang sebelumnya, di bumi Pertiwi ini Eje Kim bisa menemukan banyak hal, dari mulai durian yang melimpah di pulau Sumatera, masakan Padang di minangkabau, kupu-kupu yang beterbangan dengan bebas, kesetaraan gender, hingga pasangan paling bahagia di Indonesia, yaitu Wali Kota Bandung, M. Ridwan kamil dengan Atalia Praratya.
Buku Happy Yummy Journey
Soft launching Buku Happy Yummy Journey

Buku Happy Yummi Journey penuh dengan cerita inspiratif, dimana kebahagiaan itu sangatlah dibutuhkan oleh kaum wanita, terutama wanita Korea yang kesehariannya hanya disibuka dengan pekerjaan, bahkan harus merasa khawatir untuk memberitahu perusahaan tempatnya bekerja disaat akan melahirkan karena takut kehilangan pekerjaan. Kehidupan wanita di Korea tidak seindah cerita yang dikemas romantis dalam drama Korea, karena itu hanyalah ilusi yang dipertontonkan untuk mengobati rasa putus asa para wanita di negeri sana. 

Durian menjadi buah yang sangat spesial bagi Eje Kim, tidak hanya rasanya yang enak, tapi bisa juga menghasilkan kebahagiaan saat dirinya menyantap durian. Bukannya tidak ada yang menjual durian di Korea, di sana pun ada durian yang dijual dalam kemasan dan sudah dibekukan, namun rasanya tidak seperti durian yang ditemukan di tempat asalanya, karena rasanya lebih enak dan yang membuatnya istimewa adalah penjualnya yang ramah membuat hati wanita yang mengaku sebagai ratu durian ini merasa bahagia.

Begitu pula dengan kupu-kupu menjadi hewan yang memiliki pilosofi sangat dalam buat Eje, karena proses metamorfosisnya yang membuat dirinya mampu bermetamorfosis dari kehidupan di negaramnya yang menjenuhkan dengan cara melancong ke bagian negara Asia Tenggara.

Begitu banyak hal menari yang bisa dipelajari dari Buku Happy Yummy Journey ini, terutama oleh kita selaku warga negara Indonesia, jangan sampai terkalahkan oleh orang luar yang mampu mencintai makanan dan budaya Indonesia.

Cerita yang penuh insprasi dalam buku Happy Yummy Journey tadi hanya sebagian saja, untuk lebih jelasnya lagi bisa baca langsung bukunya, dan  kini buku Happy Yummy Journey sudah bisa didapatkan di toko buku Gramedia terdekat di Kota Anda.

Selamat membaca !


Blog, Updated at: 1:19 PM

0 komentar:

Post a Comment